Selamat Datang di Blog Desa Ko'olan - Blega - Bangkalan - Jawa Timur

TERIKO, Inovasi Sederhana Desa Ko’olan

TERIKO, Inovasi Sederhana Desa Ko’olan



Berbagai program mewarnai Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Gasal  Tahun 2017-2018 Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) di desa Ko’olan, Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan. Kelompok Mahasiswa yang berjumlah 16 orang bersama dengan masyarakat turut andil dan berpartisipasi dalam setiap program-program yang telah direncanakan. Beberapa program tersebut meliputi program di bidang pendidikan, bidang kesehatan, lingkungan, dan utamanya dibidang ekonomi.
Kegiatan KKN menjadi momentum berbagi dan menginspirasi baik dari dan untuk masyarakat.  Salah satu program yang menginovasi adalah program bidang ekonomi yaitu sosialisasi dan praktik pembuatan teh daun sirih.
“Kami memutuskan untuk membuat teh daun sirih karena terinspirasi dari teh hijau. Awalnya kami ingin membuat inovasi berupa kopi dari biji buah jamblang/juwet. Tapi karena sekarang sudah tidak musim buah juwet, kami sempat kesulitan untuk melanjutkannya” ujar Husni Mubarok, selaku penangggungjawab program teh daun sirih.

Banyaknya manfaat dari tanaman sirih dan potensi desa mendorong kelompok KKN 52 melakukan inovasi baru dengan mengolah tanaman sirih menjadi produk minuman yang sehat, enak, dan menyegarkan. Tepat tanggal 25 Januari 2018 pukul 09.00, diadakan sosialisasi dan praktik pembuatan teh daun sirih di Balai Desa Ko’olan. Beberapa masyarakat hadir dalam kegiatan tersebut. Masyarakat antusias memperhatikan dan mencicipi beberapa teh daun sirih untuk mengetahui perbedaan teh daun sirih merah dan teh daun sirih hijau.  Banyak pertanyaan dan pendapat yang terlontar dari masyarakat untuk memberikan respon tentang teh daun sirih, seperti yang dilakukan oleh Muffarohah.

“ Saya kira rasa teh daun sirih ini sangat berbeda. Teh daun sirih hijau lebih enak ketimbang daun sirih merah. Teh daun sirih merah lebih pahit dibandingkan teh daun sirih hijau. Selain itu, teh daun sirih hijau yang dijemur selama 6 jam lebih enak dan nggak berasa sirihnya” kata Muffarohah sambil tersenyum simpul.

Menurut Mufarrohah, teh daun sirih hijau dan teh daun sirih hijau mempunyai berbedaan yang mencolok berdasarkan rasa. Rasa teh daun sirih merah lebih pahit dibandingkan teh daun sirih hijau. Hal tersebut dikarenakan teh daun sirih merah mengandung flavonoid, senyawa polevenolad, tannin, dan minyak atsiri. Kandungan tersebut bermanfaat untuk  kesehatan.


Proses pembuatan teh daun sirih dapat dilakukan secara manual dan sederhana. Pembuatan teh daun sirih ini diawali dengan proses pelayuan, perajangan, pengeringan, penyangraian, penghalusan, dan diakhiri dengan proses pengemasan. Teh sirih hijau yang berasal dari program kelompok KKN 52 untuk desa Ko’olan dinamai dengan nama TERIKO yang merupakan kepanjangan dari ‘Teh Sirih Ko’olan’.  Program ini nantinya diharapkan dapat dikembangkan oleh masyarakat desa untuk meningkatkan perekonomian desa Ko’olan melalui organisasi ibu-ibu PKK desa Ko’olan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar