Selamat Datang di Blog Desa Ko'olan - Blega - Bangkalan - Jawa Timur

Pupuk Kompos

       Proker KKN diantaranya adalah membuat pupuk kompos organik, disini ternyata bahan atau komposisi yang digunakan dan diperlukan untuk membuat pupuk tersebut adalah dari hasil limbah atau sampah sayuran dan ikan yang biasanya oleh para koki rumah tangga dibuang begitu saja namun oleh tangan-tangan ahli dan kreatif dalam bidang pertanian limbah atau sampah sayuran dan ikan tersebut masih bisa diolah lagi sebagai salah satu bahan penting dalam pembuatan pupuk kompos organik.

       Bahan selanjutnya yang tak kalah penting dari bahan sebelumnya adalah kotoran hewan, dan lagi-lagi kotoran hewan ini ternyata terbagi dari segi besar tidaknya gas yang terkandung dalam kotoran tersebut dan gas yang berperan penting tertinggi ditempati oleh kotoran dari hewan kambing, namun kali ini kotoran hewan yang dipakai adalah kotoran hewan sapi.

       Bahan yang ketiga adalah bakteri EM4 yang berguna sebagai bakteri baik guna menyuburkan tumbuhan tersebut agar cepat berbuah namun yang tak kalah penting dalam pemberian bakteri EM4 ini adalah perbandingan pencampuran Bakteri EM4 tersebut dengan air dan gula larut, standart perbadingan yang dianjurkan oleh kelompok KKN 52 adalah bakteri sebanyak 1 liter ditambah air sebanyak 50 liter dan gula pasir larut sebanyak 1 kg, kegunaan dari gula tersebut sebagai makanan bakteri EM4 agar tidak memakan tumbuhan yang di beri oleh pupuk kompos.

       Bahan pendukung yang tak kalah penting dalam pembuatan pupuk kompos yaitu tempat atau wadah sebagai penampung limbah tersebut dan semua bahan atau komposisi pupuk kompos tersebut harus terpisah dahulu, selanjutnya untuk langkah awal pembuatan pupuk kompos tersebut pertama-tama harus tampung limbah sayuran dan ikan tersebut tersebut dalam kardus yang disediakan selanjutnya setelah sampai 2 kardus air gelas selanjutnya di cacah kecil-kecil dan ditaruh di atasnya karung beras atau wadah lain yang tidak mudah pecah dan dapat terkena sinar matahari.

       Langkah yang ke-dua adalah jemur kotoran sapi yang telah diambil tersebut sampai agak kering, selanjutnya pindahkan kotoran sapi tersebut dalam ke wadah atau diatasnya karung beras atau wadah lain yang tidak mudah pecah dan dapat terkena sinar matahari.

       Langkah yang ke-tiga adalah larutkan gula 1 kg dengan air panas selanjutnya isi wadah atau tempat air yang besar dengan 50 liter air selanjutnya beri 50 liter air tersebut dengan larutan gula 1 kg. selanjutnya tambahkan pula bakteri EM4 ke wadah air, selanjutnya terciptalah cairan bakteri yang siap dipakai untuk pupuk kompos.

       Langkah yang ke-empat adalah gabungkan antara bahan pertama yaitu limbah sayuran dan ikan dengan bahan yang kedua yaitu kotoran sapi yang sudah agak kering hingga tergabung merata, selanjutnya gabungkan juga bahan yang ketiga yaitu cairan bakteri, selanjutnya terciptalah pupuk kompos yang dapat menyuburan tumbuhan.

       Tambahan : cairan bakteri yang sudah siap dipakai untuk pupuk kompos dapat siram langsung pohon tumbuhan untuk mempercepat pemekaran bunga sehingga mempercepat adanya pembuahan yang pada tumbuhan yang sudah kuat dan kokoh batang kayu tumbuhannya.

       Sumber : Tim Redaksi KKN-04 UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA (Melalui pengamatan secara langsung)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar