Selamat Datang di Blog Desa Ko'olan - Blega - Bangkalan - Jawa Timur

Pendidikan

PENDIDIKAN di Desa KO'OLAN
(YAYASAN MIFTAHUL BAITURRAHMAH)

Pendidikan di desa Ko’olan sendiri hanya terdapat satu lembaga yang terdiri atas tiga tingkatan, yakni Raudhatul Ulum (setingkat dengan taman kanak-kanak), Madrasah Ibtidaiyah (setingkat dengan sekolah dasar), dan Madrasah Tsanawiyah (setingkat dengan sekolah menengah ke pertama). Selain menanungi pendidikan formal, lembaga tersebut juga menaungi pendidikan non-formal seperti sekolah diniyah (Pendidikan Agama Islam) untuk menunjang pemahaman para siswa mengenai ajaran agama islam.
Lembaga tersebut berdiri di atas lahan waqaf dari salah satu masyarakat. Lembaga tersebut bernama yayasan Miftahul Ulum Baiturrahman dan didirikan oleh masyarakat desa Ko’olan. Pempinan yayasan Miftahul Ulum Baiturrahman adalah Bapak Suhaidi yang juga merangkap sebagai  seorang guru di yayasan tersebut.
Para pengajar yayasan Miftahul Ulum Baiturrahman sendiri lebih banyak dari para alumni yang pernah menjadi salah satu murid di yayasan tersebut. Yayasan Miftahul Ulum Baiturrahman juga memiliki beberapa guru yang merupakan perangkat desa Ko’olan. Jumlah keseluruhan para pengajar di yayasan Miftahul Ulum sendiri ialah 29 orang yang dibagi menjadi 2 guru di tingkat raudhatul ulum, 13 guru di madrasah ibtidaiyah, dan 14 guru di madrasah tsanawiyah.
Selain itu yayasan Miftahul Ulum Baiturrahman memiliki dua pembagian lahan yakni, satu lahan berada di atas sebagai gedung madrasah tsanawiyah dan satu lahan di bawah sebagai gedung raudhatul ulum dan madrasah ibtidaiyah. Gedung madrasah tsanawiyah sendiri memiliki 1 ruang guru, 1 ruang staf tata usaha, 1 ruang laboratorium komputer, 1 ruang perpustakaan, 3 ruang kelas, dan 1 ruang koperasi siswa.  Sedangkan untuk gedung madrasah ibtidaiyah sendiri memiliki 6 ruang kelas, 1 ruang guru, dan 1 ruang untuk tata usaha. Gedung raudhatul ulum sendiri menggunakan mushola yayasan, sebab belum memiliki gedung sendiri sebagai ruang kelas.
Untuk kurikulum dan metode pembelajarannya sendiri pun masih tergolong baik meski sedikit terlambat. Misalnya, sebagian jenjang pendidikan masih menggunakan kurikulum KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) dan metode pembelajaran ceramah. Namun, pihak yayasan pun tidak menutup kemungkinan untuk berkembang mengikuti perubahan kurikulum yang ada. Hal tersebut dapat dilihat dari kurikulum yang digunakan pada jenjang madrasah tsanawiyah kelas vii dan pemberlakuan UANBK untuk jenjang madrasah tsanawiyah kelas ix. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar