Selamat Datang di Blog Desa Ko'olan - Blega - Bangkalan - Jawa Timur

Sejarah

Sejarah Desa Ko'olan
Gambar 1. Jalan aspal
Desa Ko’olan sudah berdiri sejak zaman penjajahan Belanda hingga saat ini. Desa Ko’olan sendiri berbeda dengan desa-desa lain yang berada di kecamatan Blega, sebab hanya desa Ko’olan yang tidak memiliki plang desa dan belum memiliki balai desa. Dari hasil wawancara para tokoh dan perangkat desa tidak ada sumber  jelas yang dapat menceritakan tentang latar belakang sejarah desa Ko’olan.
Namun, terdapat dua versi berbeda yang diceritakan turun-temurun mengenai desa Ko’olan. Meski begitu pada kedua versi tersebut memiliki kesamaan yang sama yakni berasal dari hewan keong sawah atau ko’ol dalam bahasa madura. Pada versi pertama, dahulu kala desa Ko’olan banyak terdapat keong sawah. Karena terlalu banyaknya keong sawah untuk mendapatkannya sangatlah mudah. Hingga pada suatu hari jumlah keong sawah yang kian meningkat dan mudah di dapat yang membuat para warga kerap kali menangkapnya dan menjadikannya rutinitas dan berakibat berkurangnya populasi keong sawah. Sebab itulah masyarakat dese setempat menamainya sebagai desa Ko’olan.
Versi kedua merujuk pada sebuah legenda di mana pada suatu hari terdapat raja keong sawah yang pernah mengadakan sebuah perlombaan dengan pelbagai hewan. Si Raja keong sawah yang sering dianggap lemah karena lamban, berusaha menggunakan akalnya yang cerdik. Ketika perlombaan dimulai, si Raja keong sawah membuat kesepakatan bersama kawanannya dalam perlombaan tersebut. Hingga tiap pada titik perlombaan terdapat keong sawah yang menyebabkan hewan lainnya mengalami kebingungan. Sebab itu hewan lainnya selalu kalah dalam perlombaan yang menyebabkan si Raja keong sawah menjadi pemenangnya.
Dari cerita tersebut, para sesepuh setempat memberi nama desa Ko’olan karena percaya jika keong sawah yang melimpah merupakan keberungtungan bagi desa tersebut. Sekilas cerita tersebut mengingatkan pada kisah kancil dan keong yang popular itu.

Sumber : Tim Redaksi KKN-52 UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA (Melalui sensus secara langsung)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar